Sumpah Pemuda: Latar Belakang, Tujuan, Tokoh, & Isi Teks

sumpah pemuda

Indonesia sudah lepas dari tangan para penjajah sejak 17 Agustus 1945. Aksi dari para pemuda-pemudi Indonesia yang sangat kritis dan berani. Juga didukung oleh rakyat Indonesia yang bersatu melawan penjajah, mendorong tercapainya proklamasi kemerdekaan.

Persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia berhasil dipupuk oleh pemuda-pemudi melalui Sumpah Pemuda. Bagaimana sejarah Sumpah Pemuda? Dan bagaimana Sumpah Pemuda berpengaruh pada kemerdekaan Indonesia? Jawabannya ada pada ulasan artikel berikut ini.

Latar Belakang Sumpah Pemuda

Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia yang dibentuk oleh mahasiswa Technische Hoogeschool te Bandoeng dan Rechtshogeschool te Batavia pada September 1926, mencetuskan aksi Sumpah Pemuda. Para mahasiswa mencetuskan aksi itu dalam rangka penyelenggaraan kongres untuk mencapai kesepakatan pada kegiatan-kegiatan pemuda di bidang ekonomi dan sosial budaya.

Banyaknya organisasi kepemudaan yang mulai bermunculan menjadi latar belakang utama terjadinya aksi Sumpah Pemuda. Dipelopori oleh Hj. Samanhudi yang mendirikan organisasi pemuda Sarekat Dagang Islam pada 16 Oktober tahun 1905 di Kota Solo. Hanya berselang tiga tahun, lahir organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908 yang didirikan oleh Dr. Cipto Mangunkusumo, Dr. Sutomo, dan Douwes Dekker. Kedua organisasi yang semakin berkembang, mendorong tumbuhnya organisasi pemuda lain, sehingga mulai banyak organisasi baru yang bermunculan. Contohnya seperti Jong Betawi, Jong Java, Jong Ambon, Jong Minahasa, Pemuda Timor, dan lainnya.

BACA JUGA :   Tanam Paksa di Indonesia, Ini Latar Belakang dan Akibatnya...

Politik etis yang muncul pada tahun 1800-an juga menjadi salah satu pemicu aksi Sumpah Pemuda. Politik ini tercetus akibat banyaknya kritik dari para kaum humanis, politikus, serta intelektual Belanda yang menganggap bahwa pemerintah kolonial terlalu menindas dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Terbukti dari banyaknya aksi protes dari para petani di berbagai daerah karena merasa dirugikan. Pada masa itu, banyak rakyat yang tidak mendapat upah setelah dipaksa bekerja keras oleh pemerintah kolonial.

Latar belakang tercetusnya aksi Sumpah Pemuda juga dipengaruhi oleh perkembangan pers dan surat kabar yang pesat pada masa itu. Adanya perkembangan pers ini, bisa mengobarkan jiwa nasionalisme di kalangan rakyat Indonesia, terutama di kalangan para pemuda.

Tujuan Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda memiliki beberapa tujuan penting. Tujuan pertama untuk mengobarkan rasa nasionalisme pada rakyat Indonesia, terutama untuk para pemuda dan pemudinya. Dipupuknya rasa nasionalisme itu bertujuan melawan dan melepaskan diri dari cengkeraman tangan penjajah sehingga Indonesia bisa berdiri menjadi negara yang merdeka.
Aksi Sumpah Pemuda juga bertujuan untuk membangun rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia. Dibangunnya kesadaran persatuan dan kesatuan ini sangat penting supaya bangsa Indonesia tidak tercerai-berai meski terdiri dari berbagai suku dan etnis berbeda.

Selain itu, Sumpah Pemuda memiliki tujuan utama untuk menyebarkan berbagai kegiatan dan juga mengumpulkan berbagai pemuda-pemudi di seluruh penjuru daerah. Supaya kemerdekaan Indonesia bisa segera tercapai.
Menghilangkan sifat kedaerahan juga termasuk ke dalam tujuan Sumpah Pemuda. Adanya sifat kedaerahan seperti penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa untuk berkomunikasi, dinilai membuat keterbatasan-keterbatasan yang menghalangi persatuan bangsa Indonesia.

BACA JUGA :   Mengenal Bentuk Konflik dan Pergolakan di Indonesia Selama 1948-1965

Tokoh Sumpah Pemuda

Ada beberapa tokoh penting di balik aksi bersejarah Sumpah Pemuda. Berikut daftar tokoh-tokoh penting yang berpengaruh pada pencetusan Sumpah Pemuda.

Soegondo Djojopoespito
Sosok yang lahir tahun 1905 ini menjadi salah satu tokoh penting Sumpah Pemuda, karena menjadi pemimpin Kongres Pemuda II yang melahirkan ikrar Sumpah Pemuda.

Mohammad Yamin
Lahir pada tahun 1903, Mohammad Yamin seorang tokoh pemuda asal Minangkabau ini berperan penting selama kongres pemuda, karena mengusulkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang ada di dalam ikrar Sumpah Pemuda.

Amir Syariffuddin Harahap

Seorang tokoh pemuda yang menjadi wakil dari Jong Batak Bond sekaligus aktivis anti-Jepang. Amir Syariffuddin termasuk ke dalam salah satu pemuda yang merumuskan ikrar Sumpah Pemuda.

Djoko Marsaid
Wakil sekaligus dari Jong Java ini mendapat jabatan sebagai wakil ketua saat Kongres Pemuda II berlangsung.

Prof. Mr. Soenari Sastrowardoyo
Soenari adalah seorang penasehat panitia sekaligus pembicara dalam perumusan Sumpah Pemuda.

Leimena

Mahasiswa yang lahir tahun 1905 di Ambon, Maluku ini seorang aktivis dan menjadi wakil sekaligus ketua organisasi Jong Ambon.

BACA JUGA :   Pemberontakan PKI Madiun: Latar Belakang, Tokoh, & Tujuan

W R Supratman

Wage Rudolf Supratman menunjukkan sebuah lagu tanpa teks dengan biolanya di akhir Kongres Pemuda II yang sekarang diketahui sebagai lagu Indonesia Raya.

Sarmidi Mangoensarkoro

Seorang aktivis yang lahir tahun 1904 ini pada Kongres Pemuda I dan II, banyak membicarakan tentang pendidikan. Kemudian setelah Indonesia merdeka, Sarmidi ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1949 sampai 1950.

Isi Teks Sumpah Pemuda

Kongres Pemuda II yang diadakan di Kota Jakarta pada tanggal 26 sampai 28 Oktober 1928, sebanyak tiga kali di tiga gedung yang berbeda. Telah melahirkan sebuah peristiwa bersejarah, yaitu lahirnya ikrar Sumpah Pemuda. Isi teks dari Sumpah Pemuda dijabarkan sebagai berikut:

1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Itulah ulasan singkat tentang sejarah Sumpah Pemuda. Peristiwa ini harus selalu diingat sebagai tonggak sejarah yang mendorong kemerdekaan Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat!

Sumber:

Sejarah Teks Sumpah Pemuda yang Berpengaruh Besar Bagi Bangsa Indonesia

Makna Sumpah Pemuda

Sejarah Sumpah Pemuda