Interaksi Asosiatif: Pengertian dan Bentuk-Bentuknya

interaksi asosiatif

BINTANGKELAS- Teman-teman, apa yang terbayang oleh kamu saat mendengar istilah interaksi sosial? Tentunya dua orang atau lebih yang saling berkomunikasi, bukan? Nah, definisi interaksi sosial sendiri yaitu hubungan-hubungan sosial yang berkaitan antara perorangan, kelompok-kelompok, atau antara perorangan dengan kelompok. Dalam keseharian, tentunya interaksi sosial terjadi secara berkelanjutan, ya. Sebab manusia juga merupakan makhluk sosial.

Apa Itu Interaksi Asosiatif?

Dalam sebuah masyarakat sendiri, interaksi sosial bisa menciptakan sebuah hubungan yang bisa mempererat dan juga mengubah kondisi di dalamnya. Nah, teman-teman, secara umum, bentuk interaksi sosial ini terbagi dua, antara lain interaksi sosial asosiatif dan disosiatif.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai interaksi asosiatif, ya. Secara sifat, interaksi asosiatif merupakan hubungan sosial yang mengarah pada kesatuan, berbeda dengan disosiatif yang mengarah pada perpecahan. Selanjutnya, mari kita simak penjelasan para ahli mengenai bentuk-bentuk interaksi asosiatif.

Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

Menurut Charles Horton Cooley yang dikutip dari buku Sosiologi oleh Abdullah, dalam sebuah proses asosiatif ada bentuk kerja sama yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran. Dengan demikian, interaksi tersebut bersifat positif dan terdapat penyelesaian masalah di dalamnya. Lantas, apa saja bentuk-bentuk interaksi sosial asosiatif? Berikut penjelasannya.

BACA JUGA :   Kesetaraan Sosial: Definisi, Prinsip, & Bentuknya

Akulturasi

Akulturasi dapat terjadi jika kelompok manusia dari suatu kebudayaan berhadapan dengan bentuk kebudayaan asing. Selanjutnya, seiring berjalannya waktu, unsur kebudayaan asing ini akan diterima tanpa menghapus unsur-unsur kebudayaan yang lama.

Akomodasi

Akomodasi merupakan sebuah upaya yang dikerjakan dalam rangka menyelesaikan sebuah konflik maupun masalah. Tujuan dari akomodasi sendiri yaitu terciptanya kestabilan interaksi sosial yang berhubungan dengan norma dan nilai dalam sebuah masyarakat. Secara bentuk, akomodasi ini terbagi lagi menjadi 7, antara lain:

  1. Koersi: penyelesaian masalah dengan menggunakan pemaksaan, tekanan, atau ancaman dari satu pihak tertentu kepada pihak lainnya. Tentu saja salah satu pihak memiliki posisi yang lebih lemah.
  2. Arbitrasi: Sebuah penyelesaian masalah yang dilakukan dengan pertolongan pihak ketiga. Pihak ketiga ini mempunyai wewenang dan kedudukan yang terpandang, sehingga bisa memberikan keputusan yang mampu mengikat kedua belah pihak yang berkonflik.
  3. Toleransi: Toleransi lebih memilih untuk menghindari perselisihan dengan cara saling menghormati kepentingan sesama. Dengan demikian, perselisihan dapat dicegah. Sikap toleransi sendiri hadir dari kesadaran masing-masing individu.
  4. Mediasi: Sebuah usaha untuk mendapatkan persetujuan dengan mengundak pihak ketiga. Berbeda dengan arbitrasi, pihak ketiga dalam konteks ini bersikap netral dan berperan hanya sebagai penasihat. Adapun keputusan akhir dalam penyelesaian masalah tetap dilimpahkan kepada kedua pihak yang memiliki konflik.
  5. Kompromi: Penyelesaian masalah dengan mengurangi tuntutan-tuntutan. Caranya adalah dengan sikap saling memahami antara pihak satu dengan pihak lain dalam rangka mendapatkan penyelesaian.
  6. Ajudikasi: sebuah cara penyelesaian masalah atau sengketa dengan jalur hukum negara yang berlaku.
  7. Konsiliasi: Usaha yang dikerjakan pihak tertentu untuk mempertemukan harapan-harapan dari kedua belah pihak yang berselisih dengan tujuan penyelesaian masalah.
  8. Stalemate: Kondisi yang terjadi saat kelompok yang ada dalam sebuah pertentangan memiliki kekuatan seimbang.
BACA JUGA :   Mikrosporogenesis dan Megasporogenesis, Apa Sih Itu?

Asimilasi

Asimilasi terjadi saat individu maupun kelompok memiliki sikap atau tingkah laku tertentu dalam menghadapi perbedaan dengan usaha mengurangi perbedaan-perbedaan dan mementingkan persatuan.

Asimilasi sendiri terjadi saat ada dua kebudayaan bercampur dan melebur membentuk sebuah kebudayaan baru. Adapun faktor-faktor yang memudahkan terjadinya asimilasi yaitu:

  • Memiliki sikap toleransi terhadap kebudayaan lain.
  • Sebuah kesempatan yang imbang dalam bidang perekonomian.
  • Unsur-unsur kebudayaan yang serupa.
  • Memiliki musuh bersama dari luar.
  • Sikap terbuka yang ditunjukkan oleh golongan berkuasa dalam sebuah masyarakat.
  • Perkawinan campuran (amalgamation).

Kerja Sama

Kerja sama merupakan bentuk usaha bersama dalam rangka mencapai satu tujuan. Dalam sebuah kerja sama, ada unsur saling membantu satu sama lain sehingga sebuah pekerjaan dapat dirampungkan dengan lebih cepat.

BACA JUGA :   Teks Anekdot: Pengertian, Ciri-Ciri, Tujuan, dan Struktur

Bentuk kerja sama terbagi menjadi beberapa hal, antara lain pertukaran barang (bargaining), gotong royong, kombinasi dua organisasi (koalisi), penanaman modal (joint), dan kerja sama penerimaan unsur baru (cooperation).

Demikianlah penjelasan mengenai interaksi asosiatif beserta bentuk-bentuknya, teman-teman. Semoga artikel ini membantu kamu, ya!  Ingin mendapatkan hasil belajar yang memuaskan? Saatnya cari guru les privat berpengalaman di Ruangguru Privat yang bisa Anda temukan secara cepat dan dengan harga terjangkau. Yuk, dapatkan tutor profesional sekarang juga!